5/15/12

haru biru .


Apa jadinya saat senda gurau kini menjadi segenggam hujaman amarah ?
Apa jadinya belaian mesra jemari kini berubah haluan mengayun murka ?
Apa jadinya kecupan bergairah kini berbekas perih menembus kulit ?
Apa jadinya kata-kata manis merayu kini menjadi susunan dialog caci maki ?
Apa jadinya ?
Jadinya ialah kau harus terima bahwa cinta dan benci adalah SATU ..

Tawa kita telah renyah menyatu
Tangis kita memang basah
Maki-maki mu telah maklum berpukul-pukul di gendang telingaku
Begitu juga makiku buatmu
Kulit ini, tulang ini, rambut ini, seutuhnya tubuh ini terjamahi tiap inchi kulitmu
Begitupun aku menjamahi sekujurmu
Kemana kucari tawa, tangis, makian, jamahi tubuhmu bila tak lagi ikatan terikat pada kita ?
Kemana sayang ?

Disudut pojok hunian, 12 mey 2012 ..

Kalau sepi itu dibenci, aku mau menjadi temannya
Kalau sepi itu hampa, aku mau mengisinya
Jikalau sepi itu hina, biar kuindahkan tiap detiknya
Seandainya sepi itu sendiri, biar aku menjadi kekasihnya
Demi apapun .. demi keriuhan yang kudendam ..
Aku ingin terus-terusan sepi membiru ..

No comments:

Post a Comment